Sunday, September 18, 2011

Pria V/s Wanita



Kalau ditanya pada usia berapa kita ingin menikah, tentu sebagian besar akan menjawab di atas usia 20 tahun. Mungkin usia 21, 22, 25, 26, atau 30 tahun. Sebagai contoh, Ani dan Anto akan menikah pada usia 25 tahun. Mereka tentu menginginkan umur pernikahannya langgeng. Ani dan Anto dianugerahi panjang umur oleh Tuhan, usia mereka mencapai 75 tahun. Jadi, sebenarnya sampai usia 25 tahun, Ani dan Anto berada dalam proses pendewasaan untuk membangun 50 tahun usia pernikahan mereka kelak. Itu artinya, usia pernikahan mereka dua kali masa persiapan/lajang mereka.

Mungkin Anda menyadari adanya perbedaan tersebut. Tetapi sejauh yang saya cermati, pengetahuan akan perbedaan pria dan wanita tidak banyak dimiliki oleh pasangan-pasangan yang akan menikah. Alhasil, terjadilah konflik berkepanjangan, komunikasi tidak lancar, dan tuntutan yang berlebihan. Lama kelamaan, hubungan menjadi dingin dan saling menjauhi. Jadi, pengetahuan tentang perbedaan ini sangat penting. Firman Tuhan mengatakan, bahwa umat Allah binasa karena tidak memiliki pengetahuan. Bahkan penulis Amsal menjelaskan kedahsyatan dari pengetahuan yang kita miliki. Beginilah bunyi firman-Nya:

"Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?" (Amsal 1:22)
"Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat." (Amsal 24:5)
Dr. James Dobson, pakar keluarga mengatakan, ada bukti kuat yang mengindikasikan bahwa "kedudukan" emosi dalam otak pria susunannya berbeda dengan wanita. Karena perbedaan inilah, maka pria dan wanita berbeda sangat jauh, baik dari segi emosional maupun dari fisik.
Perbedaan Emosional
1.      Wanita memiliki kecenderungan lebih personal daripada pria. Wanita memiliki hasrat dan perasaan yang kuat terhadap orang, sehingga lebih menikmati dalam membangun hubungan. Pria lebih berorientasi kepada pikiran praktis, kesimpulan yang logis, dan penaklukan. Mereka tidak terlalu suka atau kurang berminat membangun hubungan yang akrab, dan mereka juga kurang memiliki pengetahuan dalam membangun hubungan yang sehat dan berhasil. Sementara itu, para wanita tidak suka dengan "ring tinju" karena hubungan-hubungan dekat, mesra, intim, dan penuh kasih tidak dihasilkan di ring tinju. Itulah sebabnya, para pria muda harus sadar bahwa kekuatan wanita adalah membangun hubungan, baginya membangun hubungan adalah hal alamiah. Tidak heran, wanita lebih cepat dan lebih haus untuk menggenapi hukum kasih terbesar yang diajarkan Kristus (Matius 22:36-40).
2.      Dr. Cecil Osborne dalam bukunya "The Art of Understanding Your Mate" mengatakan, wanita menjadi bagian yang akrab dari orang-orang yang mereka kenal dan hal-hal yang ada di sekeliling mereka. Mereka masuk dalam satu "kesatuan" dengan lingkungan, sehingga sering kali pindah rumah merupakan ketakutan-ketakutan dari seorang wanita, apalagi jika pindahnya mendadak.
3.      Perubahan bagi wanita begitu menakutkan, sehingga membutuhkan waktu begitu lama untuk menyesuaikan diri. Sedangkan pria begitu mudah untuk menyesuaikan diri, bahkan sering kali dalam hitungan menit setelah mendapatkan pengertian yang menguntungkan dari perubahan tersebut.
4.      Wanita menemukan identitas mereka dalam hubungan akrab, sedangkan pria mendapatkan identitasnya dari pekerjaan. Wanita mengekspresikan permusuhan dengan kata-kata, sedangkan pria dengan kepalan tangan.

Perbedaan Fisik

Dr. Paul Popenoe, pendiri American Institute of Family Relations di Los Angeles, menemukan beberapa perbedaan biologis antara pria dan wanita. Berikut ini penuturannya.
1.      Wanita memunyai keadaan vitalitas jasmani yang lebih bugar, mungkin karena susunan kromosomnya yang unik. Di USA, wanita hidup lebih lama 4 sampai 8 tahun dibandingkan pria.
2.      Pria dan wanita memiliki perbedaan dalam struktur kerangka, wanita memiliki kepala lebih pendek, wajah lebih lebar, dagu yang kurang menonjol, kaki lebih pendek, dan badan yang lebih panjang.
3.      Wanita memiliki ginjal, hati, dan perut yang lebih besar daripada pria, tapi paru-parunya lebih kecil.
4.      Wanita memiliki fungsi yang unik dan penting -- haid, mengandung, melahirkan, menyusui.
5.      Hormon wanita berbeda-beda jenisnya dan lebih banyak daripada hormon pria.
6.      Kelenjar gondok wanita lebih besar dan lebih aktif, khusus masa haid dan masa mengandung akan membesar, sehingga mereka lebih rentan terhadap penyakit gondok; namun memberi daya tahan terhadap dingin.
7.      Berhubungan dengan kulitnya yang halus, tubuh wanita hampir tidak memiliki rambut.
8.      Darah wanita lebih banyak mengandung air dan sel darah merahnya 20 persen lebih sedikit. Karena sel darah merah memasok oksigen kepada tubuh, maka wanita lebih mudah letih dan jatuh pingsan.
9.      Pria rata-rata memiliki 50 persen lebih banyak tenaga kasar daripada wanita (40 persen dari berat tubuh pria adalah wanita, sedangkan wanita hanya 23 persen).
10.  Detak jantung wanita lebih cepat (rata-rata 80 per menit), pria 72 per menit). Tekanan darah wanita (10 angka lebih rendah daripada pria) berbeda dari menit ke menit, tetapi kecenderungan untuk darah tinggi lebih sedikit, paling tidak sampai sesudah menopouse.
11.  Kapasitas vital wanita atau kekuatan napasnya jelas lebih rendah daripada pria.
12.  Wanita lebih tahan terhadap suhu panas daripada pria, karena metabolismenya menurun lebih lamban dan lebih rendah.

Perbedaan Intuitif

Beberapa waktu lalu saya belajar mendengarkan intuisi seorang istri melalui pengalaman menjual dan membeli rumah baru. Waktu itu, kami masih harus mengangsur rumah yang kami tinggali (House of Miracle). Namun, tawaran untuk memiliki "House of Blessings" memerlukan tindakan nyata berupa pemberian "down payment". Secara pemikiran manusia, saya tidak berani untuk berpetualang dalam hal ini. Saya lebih suka berhati-hati dan bermain "aman". Namun, kondisi saat itu memerlukan kepastian segera. Akhirnya, pemilik lama rumah "House of Blessings" mendapatkan pembeli lain, yang akan membeli rumah itu dengan harga jauh lebih tinggi di atas kami. Tetapi inilah yang luar biasa, tiba-tiba pemilik rumah tersebut membatalkan persetujuannya dengan calon pembeli, dan kembali memberi kesempatan pada kami untuk membeli rumah tersebut, dengan syarat kami memberi tanda jadi dalam waktu 7-10 hari.
Salah satu hal yang didapatkan istri saya adalah bahwa itu rumah perjanjian. Kami harus adakan doa keliling untuk mendapatkan rumah perjanjian tersebut, dan Tuhan akan melakukan apa yang tidak dapat kami lakukan. Jujur saya "blank" dan tidak memiliki gerakan apa pun dalam roh saya, sehingga saya tidak berani mengambil keputusan. Tetapi, ketika saat teduh, Roh Kudus berbicara dengan kuat: "Janganlah kamu sombong, jangan kamu berpikir bahwa suara Tuhan hanya dari kamu, saya bisa berbicara melalui intuisi istrimu". Akhirnya, saya menyerah. Bahkan Dia memberikan janji-Nya: "Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan." (Amsal 22:4)
Menurut tim penelitian Stanford University yang dipimpin oleh dua pakar neuropsikolog, yaitu McGuiness dan Triban, wanita menangkap pesan-pesan di bawah alam sadar secara lebih cepat dan akurat. Karena intuisi ini berdasar pada suatu proses mental di luar kesadaran, banyak wanita tidak sanggup menerangkan secara spesifik tentang perasaan mereka.
Norman bermaksud menginvestasikan lebih dari 50.000 dollar dalam sebuah kesempatan bisnis yang "pasti untung". Ia telah meneliti dari semua sudut pandang investasi ini, dan menyimpulkan bahwa ia pasti akan berhasil. Setelah menandatangani kontrak, ia menceritakan hal itu pada istrinya, tetapi istrinya merasa "tidak sejahtera". Norman menangkap kegelisahan istrinya dan menjadi marah. Tetapi istrinya tidak bisa mengungkapkan alasannya, ia hanya menangkap ada sesuatu yang tidak baik. Akhirnya, Norman mengalah dan kembali kepada pihak yang bersangkutan dan meminta uangnya kembali. "Anda gila!" kata orang itu kepada Norman. Tetapi intuisi istrinya tidak hanya menyelamatkan uang senilai 50.000 dollar, tetapi juga menghindarkan Norman dari penjara, karena sang investor kemudian didakwa oleh pemerintah federal.

Perbedaan Seksual

Dorongan seksual wanita cenderung berhubungan dengan siklus haid, sedangkan dorongan pria cukup konstan. Hormon testoteronlah yang merupakan faktor utama dalam menstimulasi dorongan seksual, wanita lebih banyak distimulasi oleh sentuhan dan kata-kata romantis. Ia lebih tertarik dengan kepribadian seorang pria. Sementara para pria tertarik dari apa yang dilihatnya. Pria tidak membeda-bedakan kepada siapa ia tertarik secara fisik dan tidak membutuhkan banyak waktu pemanasan untuk melakukan hubungan seks. Tetapi, wanita sering kali membutuhkan waktu berjam-jam persiapan emosional dan mental.

Perbedaan Kepribadian

Pernikahan yang berhasil selalu didasarkan atas pria dan wanita yang:
1. Mengerti diri mereka sendiri dan bagaimana mereka mengasihi orang lain.
2. Dapat mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan mereka tanpa merasa tertekan.

Wednesday, July 6, 2011

Heaven Is Real

Heaven is a real place where your soul and spirit can live forever. We know heaven is real because of Jesus Christ, who came from heaven for one reason: to make it possible for us to go there. Because we are sinners, we can’t get to heaven on our own. But on the cross, Jesus paid the price of our sins. Now our sins can be forgiven and cleansed, and we can enter heaven.

Put your faith and trust in Christ today, and know that you will spend eternity in heaven. As Jesus said, “I am the resurrection and the life. He who believes in me will live, even though he dies” (John 11:25).

This may be the moment for you to trust in Christ and be assured of your place in heaven.

1. God loves you and has a plan for you!

The Bible says, “God so loved the world that He gave His one and only Son, [Jesus Christ], that whoever believes in Him shall not perish, but have eternal life” (John 3:16).

Jesus said, “I came that they may have life and have it abundantly”a complete life full of purpose (John 10:10).

But here’s the problem:

2. Man is sinful and separated from God.

We have all done, thought or said bad things, which the Bible calls “sin.” The Bible says, “All have sinned and fall short of the glory of God” (Romans 3:23).

The result of sin is death, spiritual separation from God (Romans 6:23).

The good news?

3. God sent His Son to die for your sins!

Jesus died in our place so we could live with Him in eternity.

“God demonstrates His own love toward us, in that while we were yet sinners, Christ died for us” (Romans 5:8).

But it didn’t end with His death on the cross. He rose again and still lives!

“Christ died for our sins. He was buried He was raised on the third day, according to the Scriptures.” (1 Corinthians 15:3-4).

Jesus is the only way to God.

Jesus said, “I am the way, and the truth, and the life; no one comes to the Father, but through Me” (John 14:6).

4. Would you like to receive God’s forgiveness?

We can’t earn salvation; we are saved by God’s grace when we have faith in His Son, Jesus Christ. All you have to do is believe you are a sinner, that Christ died for your sins, and ask His forgiveness. He knows you and loves you. What matters to Him is the attitude of your heart, your honesty. We suggest praying the following prayer to accept Christ as your Savior:

Let Us Pray

“Lord Jesus Christ, I am sorry for the things I have done wrong in my life. I ask your forgiveness and now turn from everything which I know is wrong. Thank you for dying on the cross for me to set me free from my sins. Please come into my life and fill me with your Holy Spirit and be with me forever.

Wednesday, March 2, 2011

"Mengapa Wanita Menangis"

Adakalanya dalam sebuah hubungan kasih sering diwarnai dengan air mata dimana wanita lah yang seringkali menitikan air mata ketimbang sang pria. Tanya Kenapa? Mengapa Wanita Sering Menangis?
Alasan Mengapa Wanita Menangis : sangat beragam dan Hal ini pun sering membuat si pria sebagai kekasihnya tidak habis pikir, mengapa wanita mudah sekali menangis dan kadang sampai tidak diketahui alasannya.
Kaum pria pun berpikir bahwa perasaan wanita itu memang sulit di tebak, bahkan perasaan seorang wanita bisa tiba-tiba bergejolak naik dan turun seketika tanpa diketahui kapan pastinya hal itu terjadi.
Pastinya tidak serta merta wanita menangis begitu saja tanpa alasan yang jelas, karena salah-salah bisa terlihat childish di depan sang kekasih. Menangis pun tentu ada penyebabnya mengapa hal itu sampai terjadi, berikut adalah beberapa alasan mengapa wanita suka menangis 
  • Marah
    Saat marah wanita kecenderungan untuk berteriak, cemberut, bersikap atau berkata kasar sampai menangis bisa saja terjadi. Hal itu kadang membuat orang disekitarnya dan terutama sang pacar ikut terkena imbas dari amarahnya.
Jika sudah dalam situasi demikian, biasanya wanita ingin sekali diperhatikan, didampingi dan didengarkan keluhannya oleh orangtua, teman dan terutama pacar. Dengan cara itulah yang bisa menurunkan amarahnya karena wanita merasa memiliki kekuatan dari orang-orang yang bisa mengerti situasinya.
  • Saat teringat sesuatu
    Teringat kenangan masa silam baik itu menyenangkan atau menyedihkan tentunya pernah dialami setiap orang. Reaksinya pun akan berbeda-beda jika mengingat kenangan tersebut.
Khusunya bagi kaum hawa, jika teringat kenangan manis, biasanya Ia akan tersenyum sambil mencoba kembali kemasa itu, tetapi jika teringat hal yang menyedihkan sikapnya pun bisa berubah secara tak terduga, entah itu marah atau sedih, tergantung dari situasi pada kala itu.
  • Faktor hormon
    Memasuki saat Pra menstruasi atau PMS, wanita cenderung sering bersikap yang tidak biasanya, seperti sering marah-marah, sulit mengatur emosi dan sangat sensitif dengan hal-hal yang bersinggungan dengan perasaan.
Maka dari itu wanita yang sedang mengalami saat pra menstruasi kadang tidak bisa mengontrol tingkat emosinya dan seketika meledak dan membuat si pria kebingungan menghadapi sikap tersebut.
  • Ingin memanipulasi keadaan
    Rasa bersalah atau malu seringkali diungkapkan oleh wanita dengan menangis, hal ini dilakukan semata-mata untuk menarik rasa simpati dan usaha untuk menutupi kesalahan dari sang kekasih agar tidak marah atau kecewa dengan dirinya.
Memang hal ini bisa dibilang tidak mencerminkan sikap kedewasaan didepan pria, namun sebagian wanita yang menjalin hubungan dengan pria, menganggap cara ini cukup efektif untuk mendapatkan maaf atau sekedar bermanja-manja dengan kekasihnya.
  • Perasaan Emosi
    Saat air mata bukan menjadi alasan faktor PMS atau manipulasi, barangkali faktor emosilah yang berperan saat wanita sedang diliputi emosi.
Banyak faktor yang menyebabkan wanita merasa emosi seperti frustasi, sakit hati atau masalah lainnya yang melibatkan perasaan.
Saat perasaan emosi wanita sedang memuncak dan tidak menemukan tempat untuk mencurahkan isi hatinya, biasanya menangis menjadi solusi yang dipilih untuk melepaskan rasa sesak pada perasaannya.

Sunday, September 12, 2010

Menghambat perkembangan diri Kita

1.       Berpikir Bahwa Kita Telah Mengetahui Segalanya
2.      Dipusingkan Oleh Hal-Hal Yang Sedang Tren
3.      Tidak Mengambil Tindakan
4.      Menyerah
5.      Khawatir terhadap atau mendengarkan perkataan orang lain
6.      Bereksperimen Dengan Cara Kita Sendiri
7.       Memiliki Ekspektasi yang Tidak Beralasan
8.      Kegagalan Untuk Atau Tidak Berkeinginan Untuk Memahami Diri Kita Sendiri
9.       Tidak Mengambil Tanggung Jawab Atas Diri Kita Sendiri

Ketika Kita mencoba untuk berkembang, sangatlah mudah untuk jatuh lebih dari satu kali dan membuat diri Kita terluka dalam perjalanan menuju kesuksesan, kebahagiaan, dan semua hal yang ingin Kita raih. Tentunya terdapat beberapa lubang dalam yang harus Kita perhatikan dan berhati-hati tentu saja.
Di bawah ini merupakan 9 kesalahan yang sering dilakukan ketika Kita sedang berkembang. Saya telah melakukan kesalahan-kesalahan tersebut. Bahkan lebih dari satu kali.
1. Berpikir Bahwa Kita Telah Mengetahui Segalanya

Hal ini merupakan masalah besar dan dapat menghentikan perkembangan diri Kita untuk waktu yang cukup lama. Pikiran-pikiran seperti: “Saya mengerti bagaimana hal-hal bekerja di dunia ini. Saya tidak membutuhkan salesman itu untuk meningkatkan kualitas hidup saya. Mereka tidak memiliki sesuatu yang baru yang bisa mereka tawarkan. Hanya orang-orang putus asa yang membutuhkan buku tersebut. Ini hanya masalah kesadaran diri saja.”
Pemikiran dan sikap semacam inilah yang akan membuat Kita sulit untuk berkembang. Ketika Kita membaca buku-buku pengembangan diri dari penulis seperti Anthony Robbins, Brian Tracy atau Stephen Covey; Kita akan menyadari dengan cepat bahwa nasihat terbaik yang mereka berikan tidak sepenuhnya berhubungan dengan kesadaran diri. Bahkan, seringkali nasihat yang mereka berikan bertolak belakang dengan kebenaran yang selama ini kita peroleh dari pelajaran-palajaran di sekolah, media dan orang-orang lain di sekitar kita.
2. Dipusingkan Oleh Hal-Hal Yang Sedang Tren

Pola pikir seperti poin pertama diatas tidak sepenuhnya salah. Terdapat banyak salesman yang menawarkan banyak hal pada Kita diluar sana. Dan karena penulis atau pembicara motivasi paling sukses memahami bagaimana caranya untuk berkomunikasi, terdapat banyak teknik penjualan high-pressure yang bisa Kita peroleh dengan membaca buku-buku pemasaran. Teknik seperti menawarkan bingkisan kecil dan gratis bagi konsumen, atau dengan mengatakan bahwa hanya ada 500 buah produk sejenis dan tawaran ini hanya berlaku 1 minggu.
Namun meskipun beberapa teknik pemasaran terkesan sangat optimistis atau cenderung agresif, bukan berarti produk yang ditawarkan tidak memiliki nilai. Bedakan antara teknik penjualan dengan produk yang ditawarakan.
3. Tidak Mengambil Tindakan

Berpikir bahwa dengan membaca buku atau blog akan mengubah hidup Kita secara otomatis merupakan pemikiran yang keliru. Pengetahuan tanpa tindakan tidak akan menghasilkan apapun. Dan hanya Kitalah yang bisa merubah diri Kita sendiri. Orang lain bisa memberi Kita nasihat, dukungan, serta motivasi. Namun pada akhirnya, Kita harus mengambil tindakan.

4. Menyerah

Ketika Kita mengalami kegagalan pertama kali, kedua atau ketiga, Kita biasanya berpikir “Hal ini tidak ada artinya. Inilah diri saya dan saya tidak dapat berubah. Saya harus membiasakan diri saya berpikir bahwa saya memang seperti itu.”


5. Khawatir terhadap atau mendengarkan perkataan orang lain

Kita mungkin takut orang-orang akan bereaksi negatif terhadap perubahan yang Kita lakukan, dan mereka memang cenderung berbuat demikian. Mungkin mereka berbuat demikian karena mereka khawatir Kita akan menjauhi mereka dan akan kehilangan Kita selamanya. Atau mungkin juga mereka tidak ingin Kita berubah karena perubahan tersebut akan membuat mereka merasa diam di tempat. Mereka mungkin juga memberikan Kita sejumlah opini negatif terhadap perkembangan diri Kita; bahwa semua yang Kita lakukan hanyalah sia-sia, buang waktu dan kehidupan nyata sangatlah berbeda dibandingkan dengan yang tertulis di buku.

Jika Kita menemui jalan buntu, hal ini mungkin karena Kita merasa Kita memerlukan persetujuan dari orang lain dan Kita harus mulai melepaskan diri dari pengaruh orang-orang ini. Jika tidak, Kita akan selamanya hidup dalam bayang-bayang orang lain dan Kita tidak akan pernah berkembang.
6. Bereksperimen Dengan Cara Kita Sendiri

Bereksperimen dengan materi perkembangan diri Kita; tidak berkomitmen untuk mempelajari atau mempraktekkan serta mengembangkannya secara konsisten sebagai bagian keseharian Kita. Mungkin Kita merasa perubahan yang sedang Kita coba lakukan terlalu sulit, atau tidak layak untuk Kita lakukan, sehingga Kita tidak berkomitmen untuk melakukannya.
Sulitkah melakukan perubahan tersebut? Terkadang ya. Namun saya merasa bahwa pertumbuhan memiliki lebih banyak nilai positif dibandingkan dengan negatif, dan saya berpendapat bahwa dari sudut pKitang orang awam – orang yang belum mengikuti program pengembangan diri apapun – terkesan bahwa orang-orang yang sedang mencoba untuk melakukan perkembangan diri terlihat lebih bekerja keras, mengeluarkan lebih banyak uang dan waktu dibandingkan jika Kita melihat dari sisi orang yang mencoba melakukan perubahan tersebut. Kerja keras bukanlah sesuatu yang sulit jika Kita merasa Kita berkembang dan menyukai apa yang sedang Kita kerjakan.
Apakah perubahan tersebut layak untuk dilakukan? Tentunya perubahan tersebut lebih baik dibandingkan dengan alternatif lain; hanya berlarian kesana kemari setiap hari dan dipenuhi dengan kemarahan, stress dan kurangnya penghargaan diri.


7. Memiliki Ekspektasi yang Tidak Beralasan

Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya informasi. Kadang dalam jumlah informasi serta kualitas informasi yang Kita miliki. Ketika pertama kali Kita memulai, Kita mungkin merasa bahwa hanya dengan membaca sebuah buku akan menyelesaikan semua masalah Kita. Tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang bisa Kita peroleh akan membuat Kita kecewa dan seperti seorang pecundang tanpa alasan yang baik, hingga akhirnya Kita menyerah.
Salah satu metode yang saya gunakan untuk mengeluarkan diri saya dari kondisi tersebut adalah dengan mengembangkan kebiasaan “mengkonsumsi” materi motivasi setiap saat, baik dalam bentuk buku, blog atau CD audio. Saya membangun perpustakaan kecil milik saya sendiri dan mengisinya dengan materi-materi pengembangan diri.
8. Kegagalan Untuk Atau Tidak Berkeinginan Untuk Memahami Diri Kita Sendiri

Untuk mengubah diri Kita; Kita harus memahami proses yang terjadi di dalam diri Kita. Bagaimana emosi Kita bekerja, ego Kita bekerja, bagaimana pengalaman masa lalu serta kebiasaan Kita dapat mempengaruhi Kita. Serta apa yang bisa Kita lakukan mengenai hal-hal tersebut. Bagaimana Kita bisa membantu diri Kita sendiri. Bahkan jika Kita berusaha mengubah bagian diri Kita yang benar-benar ingin Kita ubah.
Jadi menurut pendapat saya, jangan hanya berpegang pada 1 orang guru serta 1 pemikiran. Bacalah buku atau dengarkan materi-materi lain yang berasal dari penulis ternama untuk memperluas wawasan Kita dan memberikan Kita sejumlah solusi atas masalah-masalah Kita.
Cobalah menjadi lebih mawas diri; sadari proses yang terjadi dalam diri Kita ketika Kitamenjadi marah, merasa depresi, cemburu atau iri hati. Cobalah untuk bertindak berbeda dari yang biasa Kita lakukan.

Dari pada mengambil tindakan seperti yang biasa Kita lakukan, terapkanlah apa yang telah Kita pelajari untuk menangani kebiasaan Kita. Jika Kita gagal – sama halnya dengan kebanyakan orang, paculah terus diri Kita – luangkan waktu untuk menganalisa mengapa Kita merasakan atau melakukan tindakan negatif tersebut.
Jika Kita tidak memiliki kendali atas tindakan Kita, akan sangat sulit untuk membantu diri Kita dan orang lain. Kita akan menemukan solusi yang tidak efektif, menjadi tidak bersemangat, dan pada akhirnya berhenti untuk terus berkembang.
9. Tidak Mengambil Tanggung Jawab Atas Diri Kita Sendiri

Hal ini sangatlah penting. Jangan salahkan orang lain. Kitalah yang dapat melakukan perubahan tersebut.

Itulah 9 hal yang dapat menghambat perkembangan diri Kita dan saya yakin masih banyak ha-hal lainnya. Namun saya akan tambahkan poin-poin lain pada lain kesempatan.